Perancangan Planter Tanaman Sukulen Modular dengan Teknik Sambung Wood Joint

Authors

  • Christoven Chi
  • Wyna Herdiana

Keywords:

Deforestasi, Tanaman Hias, Sukulen, Ruangan

Abstract

Deforestasi merupakan suatu proses penghilangan hutan beserta isinya dengan cara penebangan untuk diambil
kayunya dan mengubah lahan menjadi pemukiman ataupun perkebunan. Permasalahan lingkungan ini dapat
berpengaruh terhadap pemanasan global yang dapat mengancam keberlangsungan makhluk hidup.
Berkurangnya unsur tumbuhan dalam suatu lingkungan mempunyai dampak negatif bagi ekosistem. Tidak
adanya unsur tanaman juga mempengaruhi kualitas estetika dan kenyamanan suatu lingkungan. Perlu adanya
gerakan penghijauan oleh masyarakat dengan cara bertanam untuk memulihkan permasalahan lingkungan
tersebut. Namun, penghijauan Kembali merupakan suatu kegiatan yang tidak mudah bagi masyarakat. Sebuah
solusi yang ditawarkan adalah penghijauan Kembali dengan menanam tanaman hias. Tanaman hias merupakan
tanaman yang mudah dirawat dan memiliki manfaat dan kegunaan bagi keberlangsungan hidup dalam suatu
ruangan. Pada penelitian dan perancangan ini, penulis menggunakan metode double diamond design thinking
untuk merancang suatu produk yang dapat meningkatkan minat bertanam dan memperindah serta
meningkatkan kualitas suatu ruangan. Perancangan sendiri akan dilakukan dengan beberapa tahap yang
dimulai dari penelitian, penetapan aspek dan konsep desain, sampai pembuatan produk final yang dapat
diaplikasikan langsung. Oleh karena itu, sangat diharapkan luaran penelitian dan perancangan merupakan
suatu produk set planter dengan mengaplikasikan kebaruan serta konsep yang menarik masyarakat dan
bertujuan untuk meningkatkan minat bertanam dan ilmu tanaman, memberikan kehijauan dan memperindah
suatu ruangan sempit.

References

Andriana, M. (2021, October 08). Double Diamond Design Thinking. Diambil kembali dari Binus University School of Information Systems: https://sis.binus.ac.id/2021/10/08/double-diamond-design-thinking/

Bajirao, P. B. (2015). Importance of Vegetation in Urban Environment. International Journal of Scientific and Research Publications.

Catherine Rutherford, M. G. (2018). Succulent Plants, a guid to cites-listed species. London: Rutherford Groves Publishing.

Dronova, I. (2017). Environmental heterogeneity as a bridge between ecosystem service and visual quality objectives in management, planning and design. Department of Landscape Architecture & Environmental Planning.

Hideo Sato, Y. N. (1995). The Complete Japanese Joinery. Vancouver: Hartley & Marks.

Luluk Dita Shafitri, Y. P. ( 2018). ANALISIS DEFORESTASI HUTAN DI PROVINSI RIAU DENGAN METODE POLARIMETRIK DALAM PENGINDRAAN JAUH. Jurnal Geodesi Undip.

Muharam, A. N. (2009). Menata Furnitur di Ruang Sempit. Jakarta: Griya Kreasi.

Novalia, T. (2019). Penyusunan Neraca Lahan Indonesia untuk Mendukung Implementasi Sustainable Development Goals. NERACA LAHAN INDONESIA.

Rietbergen, L. (2022). Japandi Living, Japanese Tradition. Scandinavian Design. Belgium: Lannoo.

Rukmana, R. (2012). Teknik Perbanyak Tanaman Hias. Yogyakarta: Kansius.

Published

01-08-2023

How to Cite

Chi, C., & Herdiana, W. . (2023). Perancangan Planter Tanaman Sukulen Modular dengan Teknik Sambung Wood Joint. SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 2(1), 236–240. Retrieved from http://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/74