Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Material Tambahan Produk Planter Keramik

Authors

  • Nayadipta Janasthi
  • Susi Hartanto

Keywords:

Ampas, Kopi, Planter, Keramik

Abstract

Konsumsi kopi Indonesia tahun 2016-2021 naik 8,22% per tahun, mencapai 360 ribu ton kopi yang dikonsumsi.
Namun pengolahan limbah ampas kopi di Indonesia masih belum maksimal, padahal ampas kopi dapat
memancarkan gas metana dan beracun bagi lingkungan (Fernandes et al., 2017). Maka dari itu penelitian ini
dilakukan untuk memanfaatkan limbah ampas kopi menjadi campuran pada material tanah liat yang kemudian
diaplikasikan menjadi produk yang berguna serta fungsional menjadi self-watering planter. Penelitian ini
didasarkan pada metode Material Driven Design, wawancara dengan keramikus dan ahli tanaman, kerjasama
dengan kedai kopi sebagai penyedia ampas kopi, studi literatur, dan eksperimen pribadi. Dari hasil penelitian,
didapatkan bahwa kriteria desain yang terbaik adalah: 1) Tanah liat dengan ampas kopi fine ground 5%; 2)
Teknik pembentukan throw and carve; 3) Bentuk keseluruhan seperti cone agar tanaman dan media tanam
tidak mudah jatuh; 4) Permukaan planter dibuat bertekstur dan kasar agar tidak licin; 5) Fitur 'kantung' untuk
mempermudah penanaman; 6) Desain dirancang dengan fokus untuk penanaman microgreen, namun dapat
digunakan untuk tanaman hias juga. Dari eksperimen yang dilakukan, ampas kopi dapat dicampur dengan
persentase ampas kopi tertinggi yaitu 5% dengan ampas kopi halus dan teknik putar dan ukir sebagai teknik
pembuatan yang terpilih. Satu planter berpotensi menyerap limbah dari 5 1⁄2 gelas kopi.

References

Busch, P. F., & Holanda, J. N. F. (2022). Potential use of coffee grounds waste to produce dense/porous bi-layered red floor tiles. Open Ceramics, 9, 100204.

Eliche-Quesada, D., Pérez-Villarejo, L., Iglesias-Godino, F. J., Martínez-García, C., & Corpas-Iglesias, F. A. (2011). Incorporation of coffee grounds into clay brick production. Advances in Applied Ceramics, 110(4), 225-232.

Fernandes, A.S., Mello, F.V.C., Thode Filho, S., Carpes, R.M., Honór io, J.G., Marques, M.R.C., Felzenszwalb, I., Ferraz, E.R.A., (2017). Impacts of discarded coffee waste on human and environmental health.

Karana, E., Barati, B., Rognoli, V., & Zeeuw Van Der Laan, A. (2015). Material driven design (MDD): A method to design for material experiences. 41-47

Maryam, M. S., Faryuni, I. D., Nurhanisa, M., & Maryani, E. (2020). Sintesis dan Analisis Sifat Fisis Hidroton Berbasis Ball Clay dan Cocopeat Sebagai Media Tanam Hidroponik.Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, 17(1), 9-13.

Muis, S., & Hala, Y. (2022). Respon Santri Putri Terhadap Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik dengan Wadah Styrofoam. PATIKALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 538-543.

Saberian, M., Li, J., Donnoli, A., Bonderenko, E., Oliva, P., Gill, B., ... & Siddique, R. (2021). Recycling of spent coffee grounds in construction materials: A review. Journal of Cleaner Production, 289, 125837.

Sena da Fonseca, B., Vilão, A., Galhano, C., & Simão, J. A. R. (2014). Reusing coffee waste in manufacture of ceramics for construction.Advances in Applied Ceramics, 113(3), 159-166.

https://dooa.jp/en/products/2019/03/terra-base/, diakses pada November 2022

https://www.industry.co.id/read/58786/riset-toffin-bisnis-kedai-kopi-makin- menggeliat-di-2019, diakses pada November 2022

https://www.leca.com/, diakses pada November 2022

https://tevaplanter.com/, diakses pada November 2022

Published

01-08-2023

How to Cite

Janasthi, N. ., & Hartanto, S. . (2023). Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Material Tambahan Produk Planter Keramik. SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 2(1), 196–201. Retrieved from http://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/68