Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Vegan Leather pada Produk Fesyen

Authors

  • Sherin Agnes Tahulending
  • Purwanto
  • Centaury Harjani

Keywords:

Aksesoris Fesyen, Kulit Pisang, Material Driven Design, Pemanfaatan Limbah, Vegan Leather

Abstract

Produksi buah pisang di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan, namun terdapat sekitar 2 juta
ton limbah kulit pisang yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang memiliki kandungan karbohidrat
yang tinggi, sehingga memiliki potensi sebagai bahan dasar fermentasi untuk menghasilkan bacterial cellulose
melalui aksi bakteri Acetobacter Xylium. Bacterial cellulose tersebut dapat digunakan dalam pembuatan vegan
leather, yaitu jenis kulit sintetis yang menggunakan bahan baku dari tumbuhan. Melalui pemanfaatan limbah
kulit pisang, kita dapat mengurangi penggunaan kulit hewan dan bahan sintetis yang sering digunakan dalam
industri fesyen. Melalui penelitian yang telah dilakukan, berhasil menciptakan lembaran selulosa dengan
karakteristik yang kuat, fleksibel, dan memiliki tekstur yang unik. Berdasarkan hasil ini, dilakukan perancangan
produk aksesoris fesyen seperti tas dan dompet menggunakan bahan vegan leather yang diperoleh dari limbah
kulit pisang. Pendekatan desain yang digunakan adalah Material Driven Design, yang memfokuskan pada
pemanfaatan bahan sebagai titik awal dalam proses perancangan untuk dapat menghasilkan suatu rancangan
yang baik.

References

Afreen, S., & Lokeshappa, B. (2014). Production of Bacterial Cellulose from Acetobacter Xylinum using Fruits Wastes as Substrate. The International Journal Of Science & Technoledge, 2(8), 57–64

Bayu, D. (2022, 17 Juni). Produksi Pisang di Indonesia Capai 8,74 Juta Ton pada 2021. Retrieved March 10, 2023, from Dataindonesia website: https://dataindonesia.id/sektor-rill-detail/produksi-pisang-di-indonesia-capai-874-juta-ton-pada-tahun-2021

Chairunnisa, M. H., & Ciptandi, F. (2018). Pengolahan Material Limbah Bongol Jagung sebagai Produk Aksesoris Aksesoris Fesyen. Atrat. 261-271. https://doi.org/10.3390/su13020436

Choi, Y. H., & Lee, K. H. (2021). ‘Ethical Consumers' Awareness of Vegan Materials: Focused on Fake Fur and Fake Leather.’ Sustainability.13 (1). 436. https://doi.org/10.3390/su13020436

Garcia, C., & Prieto, M. A. (2019). ‘Bacterial Cellulose As A Potential Bioleather Substitute for The Footwear Industry.’ Microbial Biotechnology.12 (4). 582-585. https://doi.org/10.1111/1751-7915.13306

Harmon, J. (2020). ‘Proceedings Virtual Confrence Bacterial Celullose Product Development: Comparing Leather and Leather Alternatives.’ Virtual Confrence.

Karana, E., Barati, B., B., Rognoli, V., & Anouk Zeeuw van der Laan. (2015). Material Driven Design (MDD): A Method to Design for Material Experiences. The International Journal Of Science & Technoledge, 2(8), 57–64

Kyoungah, S., & Seunghee, S. (2019). A Study on The Chracteristics and Social Values of Vegan Fashion in H&M and Zara. Journal of Fashion Business, 14(3), 365-370.

Lau, J. (2012). Basic Fashion Design 09: Designing Accessories. Ava Book.

M Aboul-Enein, A., Salama, Z. A., Gaafar, A. A., Aly, H. F., A bou-Elella, F., & Ahmed, H. A. (2016). Identification of Phenolic Compounds from Banana Peel (Musa Paradaisica L.) as Antioxidant and Antimicrobial Agents. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 8(4), 46–55

Majesty, J., Argo, B. D., & Nugroho, W. A. (2015). Pengaruh Penambahan Sukrosa dan Lama Fermentasi Terhadap Kadar Serat Nata dari Sari Nanas (Nata de Pina). Jurnal Keteknika Pertanian Tropis dan Biosistem, 3(1), 80–85.

New York Times. (2020). Fur, Exotic, Skin Banned at Stockholm Fashion Week. Retrieved March 4, 2023. from Arkansaonline website: https://arkansasonline.com/news/2020/oct/11/fur-exotic-skin-banned-at-stockholm-fashion-week/?features-profiles.c

Nurfaridza, R., Sijabat, E. K. (2020). Aplikasi Bacterial Cellulose dari Limbah Kulit Pisang untuk Mengurangi Penggunaan NBKP sebagai Bahan Baku Base Paper Baking Paper. Vokasi Teknologi Industri, 2(2).

Ramadhany, P., Oktovani, V., & Handoko, T. (2021, Agustus 12). ‘Pengaruh Kandungan Selulosa dan Lignin pada Pulp Kulit Pisang Kepok dalam Pembuatan Kertas Seni.’ Riset dan Teknologi Terapan. Bandung: Universitas Katholik Parahyangan

Saha, N., Ngwabebhoh, F. A., Nguyen, H. T., & Saha, P. (2020). Environmentally Friendly and Animal Free Leather: Fabrication and Characterization. Jurnal Aip Confrence Proceedings. https://doi.org/10.1063/5.0028467

Solatorio, N., & Liao, C. C. (2019). Synthesis of Cellulose by Acetobacter Xylinum: A Comparision Vegan Leather to Animal and Imitation Leather. University of Wyoming

Sujarwo, Tristanti, & Widyaningsih. (2014). Pengelolaan Sampah Organik & Anorganik. (hlm. 1-5).

Yulistia, E., & Chimayati, R. L. (2021). Pemanfaatan Limbah Organik menjadi Ekoenzim. Unbara Environment Engineering Journal, 02 (01).

Wahyudi. (2013). Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Dasar Nata De Banana Peel dengan Penambahan Gula Aren dan Gula Pasir. Universitas Muhammadiyah.

Published

01-08-2023

How to Cite

Tahulending, S. A. ., Purwanto, & Harjani, C. (2023). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Vegan Leather pada Produk Fesyen. SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 2(1), 187–195. Retrieved from http://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/67