Penggunaan Bambu Laminasi sebagai Material Alternatif untuk Pengembangan Desain Gendang

Authors

  • Aldi Fitrian Universitas Kristen Duta Wacana
  • Winta Adhitia Guspara Universitas Kristen Duta Wacana
  • Purwanto Universitas Kristen Duta Wacana

Keywords:

Bambu laminasi, Gendang, Teknik stave

Abstract

Permasalahan deforestasi dan eksploitasi kayu secara berlebihan mendorong perlunya eksplorasi material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bambu, sebagai salah satu sumber daya alam yang tumbuh cepat dan mudah didaur ulang, menjadi solusi potensial untuk menggantikan kayu dalam berbagai aplikasi, termasuk pembuatan alat musik. Gendang, sebagai alat musik tradisional yang umumnya terbuat dari kayu utuh, menghadapi tantangan terkait keberlanjutan bahan baku dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain gendang menggunakan material bambu laminasi sebagai alternatif pengganti kayu konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksperimental, melibatkan tahapan seperti pemilihan bilah bambu petung, penghalusan, laminasi menggunakan teknik stave, pembentukan gendang, dan pengujian tone suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu laminasi dapat diaplikasikan sebagai bahan pembuatan gendang dengan ketebalan optimal 7 mm hingga 1 cm. Gendang berbentuk tabung dan kerucut (V) diuji untuk mengevaluasi kekuatan, resonansi suara, dan kenyamanan penggunaan. Pengujian tone suara menggunakan aplikasi Sound Corset mengungkapkan bahwa setiap gendang menghasilkan nada yang unik, dipengaruhi oleh ketebalan dan bentuk laminasi. Evaluasi dari ahli musik menyoroti perlunya peningkatan presisi bentuk bundar dan ketebalan material untuk memperbaiki kualitas suara dan daya tahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bambu laminasi berpotensi menjadi bahan alternatif yang layak untuk pembuatan gendang, dengan keunggulan lebih ringan, ramah lingkungan, dan menghasilkan suara yang khas.

References

Campbell, G. (2007). STAVE CONSTRUCTION. https://grantc357.wordpress.com/2007/04/18/stave-construction/

Janssen, J. J. A. (2000). Designing and Building with Bamboo. INBAR, TECHNICAL REPORT NO. 20.

Lobovikov, M., Paudel, S., Piazza, M., Ren, H., & Wu, J. (2007). World Bamboo Resources: A thematic study prepared in the framework of the Global Forest Resources Assessment 2005. FAO.

Nawir, A. A., Murniati, & Rumboko, L. (Eds.). (2008). Rehabilitasi hutan di Indonesia. Akan kemanakah arahnya setelah lebih dari tiga dasawarsa? Center for International Forestry Research (CIFOR).

Sulastiningsih, I. M., & Nurwati. (2009). PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF LAMINATED BAMBOO BOARD. Journal of Tropical Forest Science, 21(3), 246–251. http://www.jstor.org/stable/23616804

Hartanti, G. (2010). Keberadaan Material Bambu sebagai Substitusi Material Kayu pada Penerapan Desain Interior dan Arsitektur. Humaniora, 1(1), 11. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2143

Downloads

Published

31-08-2025

How to Cite

Aldi Fitrian, Winta Adhitia Guspara, & Purwanto. (2025). Penggunaan Bambu Laminasi sebagai Material Alternatif untuk Pengembangan Desain Gendang. SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 3(1). Retrieved from https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/267