Penerapan Budaya Sewu Kupat melalui Desain Kap Lampu Gantung
Keywords:
Kap lampu gantung, Tradisi Sewu Kupat, Metode SCAMPER, Metode ATUMICSAbstract
Sewu Kupat yang dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Syawal di Kudus merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap sesama, khususnya dalam konteks keberagaman umat Muslim. Di zaman modern ini, wawasan masyarakat akan nilai budaya lokal menjadi tantangan tersendiri dalam pelestariannya. Pengamatan ini merespon permasalahan tersebut melalui pengembangan produk home decor berupa kap lampu gantung yang terinspirasi dari karakteristik ketupat. Dengan menggunakan material alami berupa kayu dan rotan, desain lampu ini mengadaptasi elemen anyaman tradisional yang ditempatkan di ruang makan dan ruang keluarga. Penelitian ini menggunakan metode SCAMPER dan ATUMICS yang menerapkan teknik berpikir kreatif dengan menggunakan serangkaian pertanyaan untuk memancing inovasi serta cara pandang baru sebagai dasar pengembangan desain produk interior yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pasar. Produk ini diharapkan menjadi medium pengingat akan pentingnya tradisi lokal serta memperkuat identitas budaya dalam kehidupan sehari-hari.
References
Edward, B. R. W. (2020, Desember 1). Pengaplikasian modul ‘ATUMICS’ pada bidang desain industri furnitur rotan [Artikel]. BINUS University Bandung.
Kerajinan Inovasi. (2020, November 29). 20+ Kerajinan Tangan Anyaman Dari Daun Kelapa, Paling Populer! Kerajinan Inovasi.
Nugrahani, D. A. (2018). Pengembangan desain produk lampu hias berbasis material rotan (Tugas Akhir). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Tribunnews.com. “Warga Kudus Gotong Royong Hidupkan Kembali Tradisi Budaya Festival Sewu Kupat di Lereng Muria.” Tribun Jateng, 29 Feb. 2024.
Rohman, Saifur. (2016). Persepsi Santri Terhadap Bank Syariah (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Mawaddah Jekulo Kudus). Skripsi. STAIN Kudus.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.