Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.inc.php on line 1235

Notice: Deprecated call without request object. in /home/ojsserenade/public_html/lib/pkp/classes/handler/PKPHandler.inc.php on line 335
SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade <p style="text-align: justify;"><strong><em>Seminar on Research and Innovation of Art and Design </em></strong>atau disingkat dengan “<strong>SERENADE” </strong>dirancang dengan tujuan sebagai wahana pengembangan keilmuan desain yang berorientasi kepada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan berprinsip kepada tanggung jawab sosial serta keberlanjutan ekologi. Sub tema yang akan dikemas oleh <strong>SERENADE </strong>dalam setiap pelaksanaan akan berpijak kepada kondisi faktual serta isu dunia yang berkembang dan agenda nasional yang ditetapkan.</p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p><strong><u>TEMA SERENADE 2025:</u></strong></p> <p><strong>“Designing the Future, the Future Design”</strong></p> <p><strong>SUB TEMA:</strong><br />● Transformasi Desain Produk di Era Modern: Integrasi teknologi, etika, budaya, dan<br />kewirausahaan.<br />● Integrasi Teknologi: Menunjukkan peranan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan<br />sustainable material dalam membentuk masa depan desain produk.<br />● Etika dan Inklusivitas: Menekankan pentingnya desain yang mempertimbangkan aspek<br />sosial, ekologi, dan keberagaman pengguna.<br />● Preservasi Budaya: Menunjukkan bagaimana desain produk dapat menjadi jembatan antara<br />tradisi dan inovasi.</p> Program Studi Desain Produk UKDW en-US SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design 2828-0091 Halaman Sampul https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/128 Panitia Serenade 2025 Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Halaman Muka https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/138 Panitia Serenade 2025 Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Tote Bag Etnik Berbahan Kain Perca sebagai Alternatif Ramah Lingkungan dalam Industri Fesyen https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/149 <p><span style="font-weight: 400;">Perancangan </span><em><span style="font-weight: 400;">tote bag </span></em><span style="font-weight: 400;">etnik berbahan kain perca ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap isu keberlanjutan dalam industri fesyen sekaligus upaya pelestarian budaya lokal. Proses perancangan menggunakan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Thinking </span></em><span style="font-weight: 400;">yang berpusat pada pengguna dan melalui lima tahapan utama: </span><em><span style="font-weight: 400;">empathize, define, ideate, prototype, dan test. </span></em><span style="font-weight: 400;">Produk ini ditujukan bagi dewasa muda berusia 18–25 tahun yang tertarik pada produk fesyen yang memiliki keunikan, nilai estetika tinggi, serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Penelitian dilakukan melalui studi literasi, riset pasar, analisis kompetitor, serta penyebaran kuesioner kepada responden. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas bahan, bentuk, dan nilai estetika menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian. </span><em><span style="font-weight: 400;">Tote bag </span></em><span style="font-weight: 400;">yang dihasilkan memadukan unsur budaya etnik dengan material kain perca, serta sentuhan desain kreatif berupa tali-temali dan ornamen pernak-pernik. Produk ini tidak hanya menawarkan fungsi, tetapi juga menyampaikan pesan budaya dan kepedulian lingkungan melalui pendekatan desain yang inovatif. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan produk fesyen yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan fungsi, tetapi juga mampu mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.</span></p> Zayyan Khansa Dzakiyyah Agatha Dinarah Sri Rumestri Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Color Palette dan Textile Manipulation https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/165 <p><span style="font-weight: 400;">Teatro Olimpico adalah salah satu mahakarya dari arsitek Italia yang bernama Andrea Palladio. Ini merupakan teater tertua yang sepenuhnya tertutup di dunia dan terkenal dengan keindahan serta kompleksitas visualnya. Teatro Olimpico juga menjadi wujud terbentuknya sebuah komunitas yaitu Academia Olimpica. Keindahan arsitektur ini menjadi landasan untuk menciptakan karya yang memberikan kontribusi positif di bidang fashion. Penelitian ini menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">practice-based research</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang melibatkan eksplorasi langsung melalui eksperimen desain tekstil, seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">pleating, draping</span></em><span style="font-weight: 400;">, serta pengembangan </span><em><span style="font-weight: 400;">color palette</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang terinspirasi dari elemen visual Teatro Olimpico. Proses kreatif ini memungkinkan terciptanya tekstur, dan warna yang mencerminkan karakter teatrikal dan keanggunan klasik arsitektur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen arsitektur dengan manipulasi tekstil dapat menghasilkan inovasi desain yang dinamis, sekaligus memperkuat hubungan antara seni, arsitektur, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">fashion</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam konteks modern.</span></p> Gisela Aldine Hany Mustikasari Siti Zahro Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Wadah Untuk Mengakomodasi Peternak Dalam Membantu Persalinan Ras Anjing Kecil https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/198 <p><span style="font-weight: 400;">Proses persalinan normal ras anjing kecil dianggap berisiko karena memiliki ukuran panggul yang sempit. Kebutuhan peternak anjing dalam membantu proses persalinan berupa pembatas pergerakan induk anjing, alas yang mudah untuk dibersihkan, akses kedua tangan peternak agar dapat membantu induk maupun anak anjing. Permasalahan yang dapat terjadi pada proses persalinan normal ras anjing kecil berupa jalan keluar yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran anaknya, tersedaknya cairan ketuban sehingga menghambat jalan pernafasan anak anjing, dan pendarahan pada tali pusar anak anjing. Pentingnya peran peternak anjing dalam membantu persalinan ras anjing kecil untuk mengupayakan keselamatan induk maupun anak anjing. Alat yang dapat digunakan peternak anjing berupa tempat persalinan, alas, kain, gunting, benang, tisu, dan lampu. Dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui desain tempat persalinan yang dapat mengakomodasi setiap keperluan peternak maupun anjing. Metode yang digunakan berupa kualitatif dengan pendekatan etnografi, proses analisa menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">design thinking</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan dirancang dengan SCAMPER. Data lapangan menghasilkan desain berupa inovasi pada </span><em><span style="font-weight: 400;">whelping box</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan fitur </span><em><span style="font-weight: 400;">knockdown</span></em><span style="font-weight: 400;">, penahan mengelilingi dinding bagian dalam, sekat, pintu, meja yang dapat dibuka tutup, dan penggunaan material yang tahan terhadap cairan sehingga mudah untuk dibersihkan.</span></p> Nathania Arivo Marcellino Aditya Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Re–Desain Tail Bag, Side Bag Dengan Menggunakan Prinsip Modular Untuk Pengendara Sepeda Motor https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/206 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini mengangkat masalah yang terjadi saat melakukan kegiatan </span><em><span style="font-weight: 400;">touring</span></em><span style="font-weight: 400;"> secara sendirian, yaitu bagaimana cara dan peletakan barang di sepeda motor akan mempengaruhi keselamatan dan keseimbangan dalam melakukan manufer. Topik yang akan diangkat merupakan re-desain </span><em><span style="font-weight: 400;">tail bag</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">side bag</span></em><span style="font-weight: 400;"> menggunakan prinsip modular guna meningkatkan keselamatan dan kestabilan saat bermanufer pada kegiatan </span><em><span style="font-weight: 400;">touring</span></em><span style="font-weight: 400;">, Pada perancangan ini akan mengelaborasi mengenai </span><em><span style="font-weight: 400;">solo touring</span></em><span style="font-weight: 400;"> secara sendirian tanpa dibantu oleh mobil pengangkut barang. Proses perancangan akan terfokus pada pemanfaatan ruang dan penempatan untuk barang-barang keperluan </span><em><span style="font-weight: 400;">touring.</span></em><span style="font-weight: 400;">Tujuan akhir adalah menciptakan </span><em><span style="font-weight: 400;">laugage </span></em><span style="font-weight: 400;">sebagai tempat penyimpanan barang keperluan </span><em><span style="font-weight: 400;">touring </span></em><span style="font-weight: 400;">yang stabil dan aman saat dibawa bermanufer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Hirearchial task analysis</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang digunakan untuk menganalisis dan menggambarkan suatu proses secara terstruktur dan hirearki. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif, untuk memahami pandangan serta persepsi subjek penelitian secara mendalam sehingga memperoleh wawasan yang lebih lengkap, hasil yang ditemukan adalah para pengendara merasa tidak seimbang saat membawa barang perlengkapan, terasa berat saat melakukan manufer dan beberapa narasumber ingin berpindah dari </span><em><span style="font-weight: 400;">hard box</span></em><span style="font-weight: 400;"> ke </span><em><span style="font-weight: 400;">soft box</span></em><span style="font-weight: 400;">. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan masalah berupa keselamatan dan kestabilan saat berkendara, di perlukan cara penempatan barang di atas sepeda motor </span><em><span style="font-weight: 400;">adventure </span></em><span style="font-weight: 400;">&nbsp;yang stabil mudah dalam di bawa bermanufer saat kegiatan touring sedang dilakukan. Untuk itu penulis merancang laugage berjenis side bag dan tail bag berbahan kain beserta dudukan laugage yang dipasang pada</span><em><span style="font-weight: 400;"> bracket</span></em><span style="font-weight: 400;"> motor supaya aman, seimbang, dan mudah dalam bermanufer.</span></p> Samuel Winta Guspara Dan Pandapotan Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Wadah Wedang Uwuh: Integrasi Gelas dan Sistem Penyaringan dalam Satu Produk https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/214 <p><em><span style="font-weight: 400;">Wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan salah satu minuman tradisional khas dari Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Nama </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> sendiri berasal dari kata “</span><em><span style="font-weight: 400;">wedang</span></em><span style="font-weight: 400;">” yang berarti minuman, dan “</span><em><span style="font-weight: 400;">uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;">” yang dalam bahasa Jawa berarti sampah. Nama tersebut mencerminkan tampilan fisik minuman ini, karena bahan-bahan penyusunnya seperti daun-daunan, jahe, dan rempah-rempah lainnya terlihat seperti tumpukan sampah dalam cangkir. Meskipun demikian, </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> adalah minuman yang kaya akan manfaat kesehatan. Tradisi </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> adalah minum minuman tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari rempah-rempah alami, dan sering disajikan dalam acara adat maupun perayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan pendekatan inovatif untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jualnya. Pengembangan dilakukan menggunakan metode SCAMPER, yaitu teknik berpikir kreatif yang diterapkan pada produk-produk sejenis, kemudian dipadukan dengan metode ATUMICS untuk analisis yang lebih mendalam. Setelah melakukan kunjungan ke beberapa UMKM penghasil </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;">, dilakukan sesi </span><em><span style="font-weight: 400;">brainstorming</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk menggali ide-ide inovatif, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan sketsa produk baru. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk </span><em><span style="font-weight: 400;">wedang uwuh</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang lebih inovatif tanpa menghilangkan nilai tradisional dan khasiat kesehatannya.</span></p> Angela Keiko Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Filosofi Membatik dalam Inovasi Alat Kebersihan dengan Desain Ergonomis https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/222 <p><span style="font-weight: 400;">Membatik adalah seni menulis atau menggambar motif pada kain menggunakan canting yang populer di Yogyakarta. Perkembangan membatik awalnya masih terbatas di lingkungan Keraton. Seiring berkembangnya jaman, membatik menjadi aktivitas yang diminati dan dapat dilakukan oleh semua orang. Membatik memiliki nilai esensi pada proses membatik, yakni konsisten dalam menjaga kerapian pada motif dan garis , ketelitian dalam menggambar setiap detail kecil dari motif dan garis , dan kesabaran dalam menjalankan seluruh proses membatik. Esensi ini relevan dengan aktivitas membersihkan yang membutuhkan konsistensi pada setiap tahapan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Saat ini, individu lebih memilih memperoleh hasil instan, tanpa menyadari bahwa untuk memperoleh hasil maksimal membutuhkan proses yang bertahap. Hal ini membuat esensi membatik menjadi salah satu inspirasi untuk melihat kondisi masa kini. Kondisi tersebut menjadi inspirasi untuk merancang alat kebersihan untuk segala tempat. Permasalahan yang akan diangkat adalah jenis desain yang cocok dan ergonomis atau nyaman untuk calon pengguna untuk kebutuhan rumah tangga dan sekolah. Desain yang dirancang adalah alat kebersihan dengan desain kerangka yang dapat digerakan ke kiri dan kanan agar memudahkan dalam menjawab permasalahan desain. Metode yang akan digunakan dalam perancangan menggunakan SCAMPER, ATUMICS, dan kajian literatur. Produk ini dapat digunakan untuk penghuni rumah dan sekolah. Hasil dari pengembangan desain ini diharapkan dapat menciptakan produk baru dengan nilai esensi membatik yang diterapkan dalam sebuah produk untuk meningkatkan kesadaran akan proses untuk mendapat hasil yang maksimal.&nbsp;</span></p> Stephanus Harijanto Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Identifikasi Ita Bag Ideal: Untuk Kebutuhan Mobilitas Otaku https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/230 <p><span style="font-weight: 400;">Popularitas anime di kalangan </span><em><span style="font-weight: 400;">otaku </span></em><span style="font-weight: 400;">telah mendorong meningkatnya minat mereka terhadap </span><em><span style="font-weight: 400;">merchandise</span></em><span style="font-weight: 400;">, termasuk tas yang dirancang untuk membawa barang-barang favorit mereka dengan gaya. </span><em><span style="font-weight: 400;">Otaku </span></em><span style="font-weight: 400;">rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasan emosional dan keterikatan dengan dunia anime. Fenomena ini mendorong mereka untuk berkumpul dalam acara komunitas, sambil mencari tas yang tidak hanya stylish, tetapi juga praktis, fleksibel, dan mampu mengimbangi mobilitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Ita </span><em><span style="font-weight: 400;">bag </span></em><span style="font-weight: 400;">yang ideal, yang dapat menampung barang-barang favorit dan disesuaikan dengan kebutuhan para </span><em><span style="font-weight: 400;">otaku </span></em><span style="font-weight: 400;">saat menghadiri acara. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menjadikan pendapat dari </span><em><span style="font-weight: 400;">otaku </span></em><span style="font-weight: 400;">sebagai referensi dalam pembuatan tas. Proses perancangan difokuskan pada penciptaan tas untuk mobilitas </span><em><span style="font-weight: 400;">otaku</span></em><span style="font-weight: 400;">, dengan bentuk yang hampir menyerupai lingkaran dan ditambah sekat di bagian dalam untuk menambah nilai fungsi. Hasil akhir berupa tas yang mampu diubah-ubah sesuai kebutuhan penggunanya, menjadikannya sebagai hanya satu-satunya tas yang digunakan saat </span><em><span style="font-weight: 400;">otaku </span></em><span style="font-weight: 400;">bepergian ke acara hobi.</span></p> Annisa Arryn Noel Ardian Hendriana Werdhaningsih Farahiyah Putri Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Waist Bag dengan Fitur Fungsional untuk Pengendara Motor Sport dan Naked: Studi Preferensi Pengguna dan Uji Prototipe https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/233 <p><span style="font-weight: 400;">Pengendara motor </span><em><span style="font-weight: 400;">sport </span></em><span style="font-weight: 400;">seringkali dihadapkan pada tantangan dalam membawa barang bawaan dengan cara yang praktis dan aman. Berbagai jenis tas, seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">backpack</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">sling bag</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">waist bag</span></em><span style="font-weight: 400;">, digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini. Namun, masih minim produk lokal yang dirancang khusus untuk pengendara motor </span><em><span style="font-weight: 400;">sport</span></em><span style="font-weight: 400;">, terutama dalam kategori tas pinggang. Survei terhadap pengendara motor </span><em><span style="font-weight: 400;">sport </span></em><span style="font-weight: 400;">menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan yang signifikan akan tas pinggang yang fungsional dan sesuai dengan ukuran serta fitur yang diinginkan. Dengan tas pinggang yang memenuhi kebutuhan spesifik pengendara motor </span><em><span style="font-weight: 400;">sport</span></em><span style="font-weight: 400;">, produsen lokal tidak hanya dapat memasuki pasar yang masih terbuka, tetapi juga berkembang memberikan kontribusi pada peningkatan kenyamanan dan keamanan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dimensi dan fitur yang dibutuhkan oleh pengendara motor </span><em><span style="font-weight: 400;">sport </span></em><span style="font-weight: 400;">dan motor </span><em><span style="font-weight: 400;">naked </span></em><span style="font-weight: 400;">dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">waist bag</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk meningkatkan kenyamanan dan kepraktisan mereka selama berkendara. Hasil akhir penelitian ini berupa tas pinggang dengan desain yang dinamis dan fitur yang dapat membantu pengendara.</span></p> Hafidh Lakwito Noel Ardian Hendriana Werdhaningsih Farahiyah Putri Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Tas 2 -in-1 Multifungsi Untuk Wanita Generasi Z sebagai Solusi Doom Spending Berbasis Design Thinking https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/235 <p><span style="font-weight: 400;">Fenomena </span><em><span style="font-weight: 400;">doom spending</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan kebiasaan belanja impulsif yang kerap terjadi pada Generasi Z sebagai bentuk pelarian dari emosi negatif. Dalam konteks mode, Generasi Z memanfaatkan fesyen sebagai sarana ekspresi diri, tetapi mudah merasa jenuh terhadap produk tas yang monoton. Permasalahan ini memunculkan kebutuhan akan inovasi desain produk fesyen yang adaptif, menarik, dan fleksibel. Hasil wawancara menunjukkan bahwa wanita Generasi Z cenderung memilih tas yang praktis, multifungsi, dengan banyak kompartemen untuk mendukung gaya hidup aktif mereka. Selain mengutamakan desain simpel berwarna netral, mereka juga mempertimbangkan kualitas, keberlanjutan, dan bahan ramah lingkungan seperti kulit sintetis yang tahan lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain tas </span><em><span style="font-weight: 400;">2-in-1</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebagai solusi atas kebutuhan variasi dan multifungsi dalam penggunaan tas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">design thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang mencakup tahapan empati, ideasi, eksplorasi material, dan pembuatan prototipe. Hasil penelitian berupa tas </span><em><span style="font-weight: 400;">2-in-1</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang fleksibel, estetis, dan sesuai digunakan dalam berbagai konteks, baik formal maupun kasual.</span></p> Nur Lijah Noel Ardian Hendriana Werdhaningsih Farahiyah Putri Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Analisis Visual dari Euphoria, Hip hop, dan Aegyosal https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/236 <p><span style="font-weight: 400;">Fenomena alam dan tren budaya menjadi inspirasi dalam menciptakan inovasi pada bidang fashion. Salah satunya adalah budaya </span><em><span style="font-weight: 400;">K-pop</span></em><span style="font-weight: 400;"> Korea yang populer saat ini di beberapa negara. Inilah yang menginspirasi penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan proses stilasi visual yang terinspirasi dari elemen awan, seni grafiti urban, dan tren kecantikan </span><em><span style="font-weight: 400;">aegyosal</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang populer di budaya </span><em><span style="font-weight: 400;">K-pop</span></em><span style="font-weight: 400;">. Stilasi ini bertujuan untuk menggabungkan elemen alam dan budaya kontemporer sebagai bentuk ekspresi kreatif dalam t</span><em><span style="font-weight: 400;">extile manipulation</span></em><span style="font-weight: 400;">. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">practice-based research</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk proses stilasi pada kain. Hasil dalam penelitian ini berfokus pada pemaduan warna yang diambil dari </span><em><span style="font-weight: 400;">moodboard</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebagai dasar eksplorasi visual. Bentuk stilasi dihasilkan melalui penggabungan elemen visual yang terinspirasi dari objek </span><em><span style="font-weight: 400;">euphoria, grafiti</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">aegyosal</span></em><span style="font-weight: 400;">. Proses ini mengubah ketiga elemen tersebut menjadi satu kesatuan yang merepresentasikan energi dan karakter </span><em><span style="font-weight: 400;">dance hip hop</span></em><span style="font-weight: 400;">, dengan cara elemen-elemen visual dibuat lebih tegas melalui penggunaan outline pada stilasi. Kesimpulannya, stilasi visual ini menghasilkan tekstil yang dapat dikembangkan pada produk </span><em><span style="font-weight: 400;">casual wear</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang menggabungkan estetika modern dan kultural.</span></p> Imelda Rosa Siti Zahro Hany Mustikasari Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Halaman Editorial https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/124 Panitia Serenade 2025 Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Rak Sepatu di Ruang Terbatas https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/241 <p><span style="font-weight: 400;">Rak sepatu modular adalah solusi yang tepat untuk ruang terbatas. Rak sepatu ini memiliki kelebihan fleksibilitas, penyesuaian, dan perubahan tampilan, tetapi juga memiliki kekurangan waktu, tenaga, dan bahan yang dibutuhkan untuk merakit dan mengubah susunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rak sepatu modular yang hemat ruang. Rak sepatu ini harus dapat disimpan di ruang terbatas, memiliki kemampuan untuk menampung sepatu dengan jumlah dan ukuran yang bervariasi, dan ergonomis. Rak sepatu ini memiliki desain yang ramping dan minimalis, sehingga tidak memenuhi ruangan dan tetap nyaman untuk digunakan. Rak ini terbuat dari kayu </span><em><span style="font-weight: 400;">plywood </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan lapisan </span><em><span style="font-weight: 400;">vinyl</span></em><span style="font-weight: 400;">, sehingga memiliki bobot yang ringan tetapi tetap kuat. Rak ini juga memiliki dua roda di bagian bawahnya, sehingga memudahkan untuk dipindahkan. Rak sepatu ini dapat dijadikan kursi untuk membantu pengguna untuk memakai sepatu. Dengan desain rak yang tidak memakan ruang, rak sepatu ini dapat menjadi solusi dari permasalahan penggunaan ruang yang terbatas.</span></p> Nia Agustin Ilzar Rahmahtillah Pricilla Tamara Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Eksplorasi Material Komposit Resin Epoksi dan Polymorph Thermoplastic dengan Penambahan Batu Bara Antrasit sebagai Material Perhiasan https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/247 <p><span style="font-weight: 400;">Batu bara antrasit memiliki karakter fisik warna hitam pekat, kilau alami, serta tingkat kepadatan dan kekerasan yang tinggi. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup bagaimana proses eksplorasi batu bara antrasit dengan penambahan bahan kimia seperti resin epoksi dan </span><em><span style="font-weight: 400;">polymorph thermoplastic</span></em><span style="font-weight: 400;"> dapat meningkatkan kualitas untuk digunakan sebagai perhiasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi dan karakteristik batu bara antrasit agar dapat diterapkan dalam desain produk perhiasan penelitian ini dilakukan dengan metode "</span><em><span style="font-weight: 400;">Design by doing</span></em><span style="font-weight: 400;">" yang melibatkan eksperimen langsung di studio Legam Jewelry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bahan, teknik, pembentukan, serta metode pemanasan memengaruhi secara signifikan kualitas akhir material, baik dari segi kekuatan struktur maupun tampilan visualnya. Desain akhir berupa set perhiasan bergaya minimalis dengan bentuk bulat dan memiliki tekstur yang disesuaikan dengan preferensi pengguna usia muda. Dari penelitian ini bahwa batu bara antrasit mempunyai potensi signifikan sebagai bahan perhiasan, dan menghasilkan nilai tambah bagi sumber daya alam yang melimpah. Manfaat dalam penelitian ini meliputi pengembangan pengetahuan tentang material alternatif, peningkatan industri kreatif, dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk perhiasan.</span></p> Sabila Tiara Hendrika Cucu Sutianah Ghia Jayanti Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Siap Rakit https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/254 <p><span style="font-weight: 400;">Masalah sampah plastik di Indonesia menjadi salah satu tantangan terbesar, dengan jumlah limbah plastik mencapai 66 juta ton per tahun pada 2021. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai regulasi untuk mengurangi penggunaan plastik, seperti Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012, penggunaan plastik masih tinggi karena masyarakat lebih memilih produk yang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah kantong plastik menjadi produk siap rakit modular dari bahan daur ulang plastik menggunakan teknologi </span><em><span style="font-weight: 400;">3D printing</span></em><span style="font-weight: 400;">. Metode penelitian yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Double Diamond Design Thinking</span></em><span style="font-weight: 400;">, dengan pendekatan h</span><em><span style="font-weight: 400;">uman-centered research</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan practice-based design research. Hasil penelitian berupa bentuk eksperimen yang dapat digunakan dalam pemanfaatan limbah kantong plastik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan sampah plastik. Prototipe bentuk yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan ramah lingkungan. Penelitian ini menunjukkan potensi teknologi </span><em><span style="font-weight: 400;">3D printing</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam menciptakan produk-produk berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.</span></p> Marcelino Daniel Halim Dr. Wyna Herdiana, M.Ds. Florentina Tiffany S.Ds. Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Digitalisasi Pencatatan Data Bank Sampah https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/262 <p><span style="font-weight: 400;">Sistem pencatatan pada bank sampah saat ini masih bersifat manual dan mengandalkan buku tabungan fisik. Hal ini menyebabkan duplikasi pencatatan oleh admin Bank Sampah Unit (BSU) serta menimbulkan penumpukan dokumen, sehingga efisiensi kerja menjadi rendah dan pengelolaan data di tingkat Bank Sampah Induk (BSI) kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pencatatan melalui pengembangan sistem digital yang terorganisir, mudah diakses, dan mampu mengurangi penggunaan dokumen fisik. Proses perancangan dilakukan menggunakan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang terdiri dari lima tahapan, yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">empathize</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">define</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">ideate</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">prototype</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">testing</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil dari penelitian ini berupa prototipe aplikasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Ecosetor</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang telah diuji coba kepada pengguna dan memperoleh tanggapan positif. Aplikasi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pencatatan serta menjawab permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengelolaan data bank sampah. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi pencatatan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas di masa mendatang sebagai solusi pengelolaan data yang lebih efektif.</span></p> Gilbert Johan Hutajulu Amrina Rosyada Chui Nyiun Anastasia Ary Noviyanti Dhientia Andani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Pengembangan Desain Masker N95 dengan Filter Vulkanik Berbahan Alami (Kulit Jagung) untuk Mitigasi Bencana Gunung Merapi Sumatera Barat https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/263 <p><span style="font-weight: 400;">Gunung Marapi di Sumatera Barat merupakan gunung api aktif dengan sejarah erupsi yang panjang dan sering, menyebabkan ancaman signifikan bagi penduduk sekitarnya akibat hujan abu vulkanik. Abu vulkanik mengandung partikel halus (PM) yang berbahaya jika terhirup, menyebabkan masalah pernapasan dan masalah kesehatan lainnya. Masker N95 efektif dalam menyaring abu vulkanik, namun memiliki keterbatasan seperti ketersediaan yang terbatas saat keadaan darurat, harga yang relatif mahal, dan masalah lingkungan karena sifatnya yang sintetis dan tidak dapat terurai secara hayati. Fokus pada penelitian ini yaitu pengembangan filter abu vulkanik alami dari kulit jagung,yang bertujuan menjadi alternatif material ramah lingkungan dan alami untuk masyarakat yang tinggal di dekat Gunung Marapi. Metodologi penelitian melibatkan persiapan filter kulit jagung melalui proses delignifikasi, aktivasi kimia, dan karbonisasi untuk meningkatkan porositas dan efisiensi filtrasi. Selanjutnya dilakukan fabrikasi masker N95, dengan menggabungkan filter kulit jagung yang telah diaktivasi ke dalam desain yang memprioritaskan ergonomi dan kepatuhan terhadap standar NIOSH untuk perlindungan pernapasan. Kinerja masker yang dikembangkan kemudian dievaluasi secara ketat melalui uji efisiensi filtrasi menggunakan abu vulkanik Gunung Marapi, uji permeabilitas udara untuk memastikan kemampuan bernapas dan kenyamanan, dan uji ketahanan fisik dan kimia untuk menilai daya tahan dan umur panjangnya. Penelitian ini berupaya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dan bersumber dari lokal untuk perlindungan abu vulkanik, mempromosikan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana dalam menghadapi bahaya vulkanik.</span></p> <p>&nbsp;</p> Ferry Fernando Kendall Malik Yandri Saftrian Mukhlizul Fuad Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Penggunaan Bambu Laminasi sebagai Material Alternatif untuk Pengembangan Desain Gendang https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/267 <p><span style="font-weight: 400;">Permasalahan deforestasi dan eksploitasi kayu secara berlebihan mendorong perlunya eksplorasi material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bambu, sebagai salah satu sumber daya alam yang tumbuh cepat dan mudah didaur ulang, menjadi solusi potensial untuk menggantikan kayu dalam berbagai aplikasi, termasuk pembuatan alat musik. Gendang, sebagai alat musik tradisional yang umumnya terbuat dari kayu utuh, menghadapi tantangan terkait keberlanjutan bahan baku dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain gendang menggunakan material bambu laminasi sebagai alternatif pengganti kayu konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksperimental, melibatkan tahapan seperti pemilihan bilah bambu petung, penghalusan, laminasi menggunakan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">stave</span></em><span style="font-weight: 400;">, pembentukan gendang, dan pengujian </span><em><span style="font-weight: 400;">tone</span></em><span style="font-weight: 400;"> suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu laminasi dapat diaplikasikan sebagai bahan pembuatan gendang dengan ketebalan optimal 7 mm hingga 1 cm. Gendang berbentuk tabung dan kerucut (V) diuji untuk mengevaluasi kekuatan, resonansi suara, dan kenyamanan penggunaan. Pengujian </span><em><span style="font-weight: 400;">tone</span></em><span style="font-weight: 400;"> suara menggunakan aplikasi&nbsp;</span><em><span style="font-weight: 400;">Sound Corset</span></em><span style="font-weight: 400;">&nbsp;mengungkapkan bahwa setiap gendang menghasilkan nada yang unik, dipengaruhi oleh ketebalan dan bentuk laminasi. Evaluasi dari ahli musik menyoroti perlunya peningkatan presisi bentuk bundar dan ketebalan material untuk memperbaiki kualitas suara dan daya tahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bambu laminasi berpotensi menjadi bahan alternatif yang layak untuk pembuatan gendang, dengan keunggulan lebih ringan, ramah lingkungan, dan menghasilkan suara yang khas.</span></p> Aldi Fitrian Winta Adhitia Guspara Purwanto Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Pemanfaatan Limbah Brokat dalam Pengembangan Produk Fesyen sebagai Model Usaha Kreatif Berbasis Daur Ulang https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/268 <p><strong>ABSTRAK&nbsp;</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pemanfaatan limbah brokat merupakan model usaha kreatif yang dikembangkan oleh Elvara. Elvara merupakan </span><em><span style="font-weight: 400;">brand</span></em><span style="font-weight: 400;"> fesyen yang mengutamakan keberlanjutan dengan menghadirkan aksesoris </span><em><span style="font-weight: 400;">Obi</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">belt </span></em><span style="font-weight: 400;">dari kain perca brokat. Penelitian ini bertujuan memberikan solusi atas meningkatnya limbah tekstil yang dihasilkan industri fesyen. </span><em><span style="font-weight: 400;">Obi</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">belt </span></em><span style="font-weight: 400;">Elvara dirancang dengan konsep inovatif yaitu memiliki fungsi tambahan sebagai tas kecil untuk membawa barang penting. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data kajian literatur, observasi, wawancara, kuesioner, riset market, kemudian dilanjutkan dengan eksperimen, iterasi pengembangan desain, hingga uji market produk akhir serta pemasaran. Hasil </span><em><span style="font-weight: 400;">Obi belt</span></em><span style="font-weight: 400;"> Elvara dengan perca brokat merupakan aksesoris yang cukup diminati, karena umumnya bahan brokat hanya digunakan dalam pakaian formal. Elvara menerapkan berbagai perpaduan strategi desain dan bisnis, seperti metode perancangan </span><em><span style="font-weight: 400;">SCAMPER, </span></em><span style="font-weight: 400;">pemasaran </span><em><span style="font-weight: 400;">strategi mix 7P,</span></em><span style="font-weight: 400;"> serta </span><em><span style="font-weight: 400;">Business Model Canvas dan Empathy Map. </span></em><span style="font-weight: 400;">Strategi ini digunakan untuk memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren fesyen yang berkembang.</span></p> Vania Valentina Wijaya Centaury Harjani Koni Herawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Maskot Desa Wisata Berbasis AI Melalui Co-Design https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/269 <p><span style="font-weight: 400;">Perancangan maskot memiliki peranan strategis dalam membangun identitas visual dan memperkuat promosi destinasi wisata. Di era Industri 4.0, pemanfaatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Artificial</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> (AI) membuka peluang baru dalam praktik </span><em><span style="font-weight: 400;">co-design</span></em><span style="font-weight: 400;"> atau desain partisipatif. Penelitian ini mengkaji integrasi AI dalam proses perancangan maskot Desa Wisata Agrowisata Sumber Sari, Kabupaten Kutai Kartanegara—desa ini adalah pemasok sayuran organik utama di wilayah tersebut. Proses </span><em><span style="font-weight: 400;">co-design</span></em><span style="font-weight: 400;"> melibatkan perwakilan warga, pelaku UMKM, pengelola desa wisata, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. AI digunakan sebagai alat bantu untuk menyediakan referensi visual berdasarkan masukan warga dan konteks budaya lokal, yang kemudian dijadikan dasar pengembangan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">co-design</span></em><span style="font-weight: 400;"> mampu meningkatkan partisipasi warga, memperluas eksplorasi ide visual, dan memperkuat representasi identitas lokal. Maskot yang dihasilkan mencerminkan kekhasan hasil pertanian. Tantangan utama mencakup keterbatasan literasi digital, kebutuhan fasilitas intensif, dan perbedaan persepsi antar kelompok usia. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi dan komunitas dapat menghasilkan desain yang kontekstual, partisipatif, dan relevan bagi strategi </span><em><span style="font-weight: 400;">branding</span></em><span style="font-weight: 400;"> desa wisata.</span></p> Ramadhan S. Pernyata Royke Vincentius Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Daftar Isi Serenade https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/251 Panitia Serenade 2025 Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Furnitur Art Nouveau Carlo Bugatti dengan Metode STW https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/161 <p><span style="font-weight: 400;">Sejarah adalah catatan peristiwa masa lalu yang memberikan wawasan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi saat ini maupun di masa mendatang. Penelitian ini, yang menggunakan pendekatan RtD (</span><em><span style="font-weight: 400;">Research through Design</span></em><span style="font-weight: 400;">), menyelidiki informasi penting mengenai sejarah era </span><em><span style="font-weight: 400;">Art Nouveau</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam konteks desain produk. Pendekatan RtD menggabungkan proses desain dengan kegiatan penelitian untuk menghasilkan pengetahuan baru. Metode dan pendekatan yang disusun untuk proses desain menjadi dasar bagi pengembangan produk oleh penulis. Dengan menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">See, Think, Wonder</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebagai panduan, penulis melakukan riset desain yang mendalam untuk menciptakan produk yang inovatif dan kreatif. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip desain dengan eksplorasi yang mendalam terhadap konteks sejarah, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi kreatif yang terdapat dalam sejarah, khususnya dalam ranah desain produk. Melalui eksplorasi ini, penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk yang estetis dan fungsional, tetapi juga menjelaskan bagaimana sejarah dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk inovasi dalam desain produk baik saat ini maupun di masa yang akan datang.</span></p> Teduh Bayu Segara Gwen Anastasya Budiman Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Produk Penyimpanan Makanan Terinspirasi dari Esensi Tradisi Botram https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/163 <p><span style="font-weight: 400;">Botram merupakan tradisi makan bersama khas masyarakat Sunda yang mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesederhanaan. Tradisi ini memperlihatkan filosofi hidup masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial melalui kegiatan berbagi makanan dan makan bersama. Seiring perkembangan zaman, budaya Botram mulai tergeser oleh gaya hidup modern yang individualistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda masih menghargai nilai kebersamaan dalam botram, namun cenderung mencari cara yang lebih praktis dan fleksibel untuk berpartisipasi. Banyak dari mereka lebih memilih membawa lauk sendiri karena alasan praktis dan higienis. Terinspirasi dari esensi tradisi tersebut, dirancang sebuah wadah penyimpanan makanan yang memfasilitasi kegiatan makan bersama dan memungkinkan setiap orang membawa makanan dari rumah masing-masing untuk saling berbagi dalam kegiatan. Perancangan produk ini dilakukan melalui tahapan kajian literatur, metode ATUMICS, peta kriya, analisis produk sejenis, dan SCAMPER untuk merancang pengembangan desain. Wadah didesain dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, kemudahan bawa, serta nilai estetika yang merepresentasikan filosofi sesuai inspirasi dari tradisi botram. Material lokal ramah lingkungan dipilih untuk mendukung keberlanjutan produk, sekaligus menjaga relevansi terhadap budaya dan kebutuhan masyarakat modern.</span></p> Olivia Govanni Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Menggali Nilai Esensi Budaya dalam Menciptakan Produk Tempat Tidur Bayi: Pendekatan SCAMPER untuk Inovasi Berbudaya https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/171 <p><span style="font-weight: 400;">Tradisi Meron yang berasal dari Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merupakan warisan budaya yang penuh makna, khususnya terkait dengan momen kelahiran serta nilai-nilai kasih sayang dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakatnya. Artikel ini bertujuan untuk merefleksikan nilai-nilai luhur tersebut dalam bentuk inovasi produk sarana tidur bayi sebagai representasi rasa syukur atas kelahiran. Pendekatan desain dilakukan dengan metode SCAMPER (</span><em><span style="font-weight: 400;">Substitute, Combine, &amp; Modify</span></em><span style="font-weight: 400;">), kajian literatur, serta pemetaan kriya lokal untuk menggali potensi bahan seperti rotan manau dan rotan </span><em><span style="font-weight: 400;">core</span></em><span style="font-weight: 400;">. Produk yang dihasilkan diharapkan mampu mewakili fungsi sekaligus makna budaya Meron dengan memperkuat identitas lokal serta nilai ekonomi wilayah.</span></p> Gregorius Delon Ajidamara Nugroho Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Sarana Penerangan Kamar Tidur di Penginapan Terinspirasi Festival Waisak Borobudur https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/211 <p><span style="font-weight: 400;">Perayaan Waisak di Borobudur sudah lama menjadi tradisi umat Budha khususnya yang berasal dari Asia Tenggara. Festival Lampion menjadi rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur. Lampion ini akan diterbangkan sebagai cara untuk melatih batin dan meraih pencerahan yang merupakan tujuan utama dalam ajaran Budha. Ada beberapa esensi dari kegiatan ini, yaitu pelepasan hal-hal negatif serta menebarkan kedamaian dan kebahagiaan sebagai simbol harapan dan doa. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan produk dengan mengambil inspirasi ide dari esensi Festival Lampion. Esensi ini bisa menjadi ide perancangan sarana pencahayaan di tempat gelap seperti kamar penginapan.&nbsp; Penginapan dipilih karena produk dapat meningkatkan pengalaman menginap yang menyenangkan dan menenangkan ditengah maraknya trend </span><em><span style="font-weight: 400;">“staycation”. </span></em><span style="font-weight: 400;">Perancangan dilakukan dengan metode ATUMICS, analisis produk sejenis, dan SCAMPER. Perancangan pada tulisan ini adalah produk pencahayaan yang dikembangkan terinspirasi dari bentuk&nbsp; bunga teratai sebagai simbol akan “harapan” dan “pencerahan”. Produk pencahayaan ini dirancang khusus untuk penginapan dengan gaya natural. Material yang terpilih untuk produk ini adalah rotan dengan teknik anyam, karena mempertimbangkan anyaman yang rapat, tekstur yang lebih halus dari bambu, dapat memberikan kesan natural dan juga elegan.</span></p> Ferrel Mayviano Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Wadah Penyajian Inovatif untuk Kuliner Tradisional Pa'piong https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/173 <p><span style="font-weight: 400;">Kuliner tradisional Pa'piong dari Toraja merupakan warisan budaya yang kaya dan unik. Namun, penyajiannya yang masih menggunakan bambu utuh menimbulkan kendala praktis saat dinikmati dalam kelompok besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang wadah penyajian Pa'piong yang inovatif, dengan keberhasilan produk diukur berdasarkan potensi implementasinya di restoran tradisional dan kemampuannya menambah nilai estetika serta kemudahan dalam penyajian bersama dan tetap menjaga keaslian tradisi. Metode yang digunakan adalah ATUMICS untuk identifikasi konsep utama dan SCAMPER untuk eksplorasi desain alternatif. Penelitian juga memetakan potensi pengrajin lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Hasil akhir berupa konsep desain modular berbahan bambu, visualisasi digital, serta sketsa akhir. Desain ini diharapkan dapat menjadi solusi penyajian praktis sekaligus memperkuat identitas budaya. Keberhasilan produk diukur melalui potensi implementasi di restoran tradisional dan nilai estetika yang ditambahkan terhadap pengalaman bersantap.</span></p> Vincent Gerrard Artsene Melo Padang Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Tradisi Kenduri sebagai Basis Inovasi Desain Sarana Sajian Masakan Sunda https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/178 <p><span style="font-weight: 400;">Tradisi Kenduri merupakan perjamuan makan yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, permohonan doa, atau peringatan atas peristiwa penting, yang dihadirkan melalui kegiatan makan bersama dengan hidangan utama nasi tumpeng. Tradisi ini merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sarana penyajian makanan yang mengadaptasi nilai-nilai tersebut dalam konteks budaya masa kini. Budaya berkumpul modern, seperti makan bersama keluarga atau teman saat “nongkrong” dan berbincang santai di rumah makan, menunjukkan adanya kesinambungan nilai sosial dari tradisi Kenduri dalam bentuk yang lebih kasual. Hal ini menjadi dasar perancangan produk yang relevan secara budaya dan fungsional. Metode SCAMPER digunakan untuk mengeksplorasi pengembangan ide produk, sementara metode ATUMICS dimanfaatkan untuk menggali nilai-nilai tradisional sebagai inspirasi desain. Produk dirancang dengan mengadaptasi fungsi tampah sebagai wadah penyajian lauk pauk, yang dilengkapi fitur pegangan sebagai pengganti nampan. Desainnya mengambil bentuk segitiga yang terinspirasi dari filosofi tumpeng, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang dikembangkan mampu menghadirkan nilai tradisional dalam konteks penyajian modern di rumah makan Sunda, serta menghadirkan solusi fungsional untuk penyajian dan transportasi makanan secara bersamaan.</span></p> Karen Elvina Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Reinterpretasi Budaya Tari Sekapur Sirih dan Esensinya dalam Desain Aksesori https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/210 <p><span style="font-weight: 400;">Reinterpretasi adalah sebuah perbuatan penafsiran ulang akan suatu hal. Perbuatan ini dapat diterapkan dalam sebuah budaya tari yaitu, Sekapur Sirih. Sebuah tarian tradisional yang berasal dari salah satu provinsi di Sumatra yaitu Jambi, yang menjadi salah satu pilihan untuk menyambut tamu - tamu yang terhormat. Berkostum dan beraksesori megah, tari ini menerapkan esensi bersolek atau berhias sebelum bertemu tamu kehormatan dalam gerak tari yang ditampilkannya. Dalam berhias, kaum muda zaman sekarang sering kali menghindari benda yang berisikan budayanya karena rasa malu akan terlihat kuno dan kurangnya representasi budaya Jambi dalam praktik berhias menjadi permasalahan yang didapat. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menciptakan tiga set sarana berhias atau perhiasan yang menyentuh bagian tubuh berupa anting, gelang, dan lainnya dengan menerapkan budaya dari Jambi yang tidak hanya mengambil esensi berhias pada tari Sekapur Sirih, namun juga menggunakan kain kostum penari dan disatukan dengan legenda lokal untuk menggambarkan kekhasannya. Pengembangan menggunakan metode SCAMPER untuk memodifikasi kegunaan, desain, dan material yang dilakukan pada produk pada kostum penari, dilengkapi dengan metode ATUMICS untuk menyatukan budaya tradisional dan modern. Setelah berkunjung ke pengrajin lokal, dapat dilihat interaksi pengguna pada produk serupa dan konteks penggunaannya lalu, dilakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">brainstorming </span></em><span style="font-weight: 400;">melalui metode yang dipilih untuk penerapan budaya dan material yang akan digunakan setelah itu, menghasilkan sketsa dan menentukan probabilitas teknik yang akan digunakan untuk mengolah. Dari tahapan studi, dihasilkan sebuah ide desain dan pemilihan material serta teknik yang akan diterapkan yang kemudian diterapkan pada model produk. </span></p> Devina Relian Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Pengembangan Desain Sarana Minum Dengan Mengangkat Budaya Ma’Bugi’ https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/180 <p><span style="font-weight: 400;">Ma’bugi’ adalah upacara tradisional masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan permohonan kesejahteraan. Dalam rangkaian ritual ini, minuman tuak’ (nira) memiliki makna simbolis sebagai lambang kebersamaan dan pengharapan kepada leluhur. Seiring berjalannya waktu, beberapa elemen pendukung ritual ini mengalami perubahan. Salah satunya penggunaan wadah minum tuak yang dahulu terbuat dari bambu sederhana menjadi wadah plastik biasa sehingga kurang mencerminkan nilai tradisinya. Pergeseran ini mendorong upaya untuk mengembangkan wadah yang mempertahankan nilai budaya, namun tetap sesuai dengan kebutuhan modern yang bertujuan untuk menonjolkan tradisi dengan kesan yang lebih elegan dan sakral menggunakan metode ATUMICS dan SCAMPER yang mencakup studi literatur budaya dan eksplorasi matrial. Pengembangan konsep berdasarkan nilai tradisi, eksperimen material, pembuatan prototipe sederhana, dan evaluasi hasil. Produk yang dikembangkan menampilkan inovasi dalam bentuk cantolan jari, dan bentuk tanduk kerbau sebagai simbol dari ritual ini. Penggabungan tradisi Ma’bugi’ dalam pendekatan yang lebih modern memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui inovasi desain, serta dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan UMKM lokal dan eksplorasi material lain untuk memperluas potensi produk berbasis budaya.</span></p> Cintya Oktavia Sanda Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Eksplorasi Potensi Kesenian Dolalak sebagai Inspirasi Desain Tas https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/181 <p><span style="font-weight: 400;">Tari Dolalak adalah kesenian tradisional dari Kabupaten Purworejo yang gerakannya terinspirasi dari dansa para serdadu Belanda dan biasa ditampilkan sebagai hiburan. Busana penarinya yang mirip serdadu Belanda dengan ornamen ikonik berupa: motif batik untu walang, motif gambar lar-laran atau motif kupu-kupu; serta warna hitam, kuning, merah dan putih yang berkesan meriah. Tari Dolalak diangkat menjadi inspirasi desain melalui pengimplementasian ornamen ikonik pada tari Dolalak ke produk tas agar keberadaannya semakin dikenal dan digemari oleh generasi muda saat ini. Material yang dipilih berupa material lokal serat alam mendong, serat alam raffia dan kulit hewan yang dikombinasikan dengan kain katun dan tali makram. Dalam perancangannya, digunakan metode ATUMICS untuk membantu mengidentifikasi esensi budaya tari Dolalak dan sebagai jembatan perancangan produk tas di era modern. Setelahnya, didukung menggunakan metode SCAMPER untuk pengembangan fitur produk dari segi fungsi, material, bentuk dan warnanya. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi potensi dari produk </span><em><span style="font-weight: 400;">handcraft</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan material lokal yang mengangkat konsep budaya Dolalak di mata generasi muda. Hasil dari penelitian ini adalah desain produk fashion berupa tas wanita dengan ornamen ikonik dari tari Dolalak. Dapat disimpulkan bahwa kesenian lokal seperti tari Dolalak memiliki kesempatan untuk menjadi inspirasi desain produk fashion tas di era modern yang relevan di kalangan generasi Z.</span></p> Kezia Angelina Hermawan Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Desain Wadah Cincin Pernikahan dengan Eksplorasi Tari Cangget melalui Metode ATUMICS https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/184 <p><span style="font-weight: 400;">Tari Cangget merupakan salah satu tarian adat masyarakat Lampung yang memiliki filosofi mendalam tentang kedewasaan, kehormatan, dan transisi status sosial, terutama dalam konteks upacara pernikahan. Dalam praktik pernikahan modern, wadah cincin seringkali hanya berfungsi sebagai pelengkap tanpa nilai budaya yang berarti. Penelitian ini bertujuan merancang wadah cincin pernikahan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memuat representasi nilai filosofis Tari Cangget. Proses perancangan dilakukan dengan pendekatan metode ATUMICS untuk mengidentifikasi elemen budaya seperti bentuk </span><em><span style="font-weight: 400;">siger</span></em><span style="font-weight: 400;">, motif tapis, serta nilai simbolik dalam gerakan tarian. Hasil eksplorasi tersebut dikembangkan melalui metode SCAMPER untuk menghasilkan inovasi bentuk dan fungsi desain. Produk akhir berupa wadah cincin berbentuk heksagonal dengan sistem buka-tutup magnet tersembunyi, terbuat dari kayu jati laminasi dan dilengkapi ornamen kuningan bermotif tapis yang diproses menggunakan teknik laser cut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk ini mampu merepresentasikan nilai adat secara visual dan fungsional, sekaligus menjawab kebutuhan estetika dan simbolik dalam pernikahan modern.</span></p> Samuel Bangkit Prakoso Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Penerapan Budaya Sewu Kupat melalui Desain Kap Lampu Gantung https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/186 <p><span style="font-weight: 400;">Sewu Kupat yang dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Syawal di Kudus merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap sesama, khususnya dalam konteks keberagaman umat Muslim. Di zaman modern ini, wawasan masyarakat akan nilai budaya lokal menjadi tantangan tersendiri dalam pelestariannya. Pengamatan ini merespon permasalahan tersebut melalui pengembangan produk </span><em><span style="font-weight: 400;">home decor</span></em><span style="font-weight: 400;"> berupa kap lampu gantung yang terinspirasi dari karakteristik ketupat. Dengan menggunakan material alami berupa kayu dan rotan, desain lampu ini mengadaptasi elemen anyaman tradisional yang ditempatkan di ruang makan dan ruang keluarga. Penelitian ini menggunakan metode SCAMPER dan ATUMICS yang menerapkan teknik berpikir kreatif dengan menggunakan serangkaian pertanyaan untuk memancing inovasi serta cara pandang baru sebagai dasar pengembangan desain produk interior yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pasar. Produk ini diharapkan menjadi medium pengingat akan pentingnya tradisi lokal serta memperkuat identitas budaya dalam kehidupan sehari-hari.</span></p> Billy Kurniawan Santoso Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Produk Tempat Berbagi Makanan Berbasis Rumah Adat Buka Pongpok https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/196 <p><span style="font-weight: 400;">Preservasi budaya tidak hanya dapat diwujudkan melalui dokumentasi dan pelestarian secara konvensional, tetapi juga melalui pendekatan desain yang inovatif. Penelitian ini mengusulkan rancangan sebuah produk kriya berupa tempat berbagi makanan yang terinspirasi dari bentuk rumah adat Sunda, Buka Pongpok, sebagai simbol keterbukaan, kebersamaan, dan kearifan lokal. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk menjamu tamu atau berbagi makanan dengan pengantar paket, tetapi juga sebagai media edukasi dan representasi visual nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Produk berbagi makanan ini dirancang dengan menggunakan elemen rumah adat Buka Pongpok dan kebutuhan modern, sehingga menjadi jembatan antara pelestarian tradisi dan inovasi desain. Proses perancangan melibatkan penggunaan bahan lokal seperti bambu serta teknik kriya sederhana yang dapat dikembangkan oleh UMKM. Pendekatan SCAMPER digunakan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan bentuk, fungsi, dan perwujudan produk. Hasilnya menunjukkan bahwa desain produk berbasis budaya memiliki potensi besar sebagai media pelestarian nilai-nilai lokal yang mulai terlupakan. Inisiatif perancangan ini diharapkan juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya melalui objek sehari-hari yang bermakna.</span></p> Felizia Yolanda Lim Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Tas Pinggang Pelatih Tenis untuk Penyimpanan Bola dan Handphone saat Latihan https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/195 <p><span style="font-weight: 400;">Pelatih tenis kerap melakukan demonstrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">forehand</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan meletakkan bola tenis cadangan di atas raket yang digunakan untuk memperagakan teknik. Namun, metode ini memiliki hambatan, terutama karena keterbatasan akses cepat terhadap penyimpanan bola cadangan, yang menyulitkan demonstrasi berulang dalam waktu singkat. Pelatih membutuhkan produk yang memungkinkan (dengan kapasitas maksimal penyimpanan) penyimpanan hingga 12 bola tenis cadangan dalam jangkauan dekat dan tidak mengganggu saat proses demonstrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">forehand</span></em><span style="font-weight: 400;">, serta slot untuk menaruh handphone guna mendokumentasikan kegiatan sebagai bahan promosi komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang produk yang mendukung aktivitas utama pelatih saat memperagakan </span><em><span style="font-weight: 400;">forehand</span></em><span style="font-weight: 400;"> berulang kali dan mendokumentasikan sesi latihan. Pendekatan yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">User-Centered Design</span></em><span style="font-weight: 400;">, melalui observasi, wawancara, pengamatan, dan diskusi secara mendalam dengan pelatih tenis untuk memahami kebutuhan dan kebiasaan pelatih. Hasilnya berupa tas pinggang berbahan cordura ringan, dilengkapi kain jala dan karet elastis untuk memudahkan pengambilan bola dengan jumlah maksimal selama demonstrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">forehand</span></em><span style="font-weight: 400;"> bola tenis dan slot penyimpanan handphone yang praktis. Posisi kompartemen bola terpusat pada bagian tengah tas pinggang agar tetap seimbang dan nyaman saat digunakan, serta untuk menghindari berat beban yang terlalu menekan bagian pinggang atas. Posisi ini juga membuat tas stabil saat pengguna bergerak. Kesimpulannya, desain ini mendukung efisiensi demonstrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">forehand </span></em><span style="font-weight: 400;">bola tenis, memberikan kenyamanan pengguna dan kemudahan mendokumentasikan aktivitas pelatih bola tenis. Disarankan pengujian lebih lanjut untuk menilai kenyamanan jangka panjang dan potensi pengembangan fitur tambahan.</span></p> Demita Prasawati Sukandar Handayani Madania Insani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Meja Workshop Kayu untuk Pembelajaran Studio Praktik Bengkel Mahasiswa dengan Pendekatan Ergonomi https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/200 <p><span style="font-weight: 400;">Dalam perkuliahan praktik mahasiswa desain produk industri diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, yang mana efisiensi dalam prosedur praktik menjadi sebuah penilaian penting. Mahasiswa mempelajari praktik pembuatan produk berbasis kayu masih dalam tingkatan pemula, sehingga kualitas peralatan penunjang di dalam laboratorium workshop harus lebih diperhatikan. Meja workshop menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi mahasiswa dalam memproduksi sebuah produk khususnya dengan menggunakan material kayu sebagai tahap awal pembelajaran. Meja workshop harus dirancang dengan mengoptimalkan pergerakan serta sirkulasi kerja dengan tujuan meningkatkan efisiensi pekerjaan. Perancangan meja workshop workshop kayu ini menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Human Centered Design</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan pendekatan ergonomi yang menekankan pada fitur fungsi pada meja, dimensi ukuran meja serta daya jangkau pengguna. Dalam tahap perancangan akan dilakukan pengukuran secara antropometri terhadap pengguna yang dilakukan kepada mahasiswa. Perancangan meja workshop kayu ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi mahasiswa desain produk industri dalam membuat produk berbasis material kayu. Hasil perancangan yang didapatkan akan diuji coba dalam proses pembelajaran praktik workshop oleh mahasiswa desain produk industri untuk meningkatkan efisiensi dalam membuat produk berbasis kayu.</span></p> R. Moch. Rizal Hafiyan Handayani Madania Insani Ghia Tri Jayanti Afifah Mu'minah Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Inovasi Desain Furniture Inklusif di Ruang Tunggu https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/203 <p><span style="font-weight: 400;">Transportasi publik memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya di kota besar seperti Surabaya yang mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang efisien karena memiliki kapasitas angkut yang besar, waktu tempuh yang cepat, serta bebas dari kemacetan. Stasiun Gubeng Surabaya (SGU) sebagai salah satu stasiun utama di Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam melayani pergerakan penumpang dari berbagai kalangan. Namun, fasilitas ruang tunggu terbuka masih belum optimal, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan keluarga dengan anak kecil. memiliki peran strategis dalam melayani pergerakan penumpang dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain furniture di Stasiun Gubeng dengan menggunakan pendekatan desain inklusif yang mengedepankan prinsip kenyamanan, kemudahan akses, dan kesetaraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Thinking </span></em><span style="font-weight: 400;">yang terdiri dari lima tahap: empati, mendefinisikan masalah, mengembangkan ide, membuat prototipe, dan melakukan uji coba. Maka difokuskan untuk memahami secara mendalam kebutuhan pengguna di ruang tunggu dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, khususnya dengan menghadirkan ruang tunggu yang fungsional, nyaman, mudah diakses, dan setara bagi seluruh kalangan pengguna.</span></p> Shania Trixie Andrelinne Hairunnas Kenny Hartanto Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Kebutuhan Desain Alat Bantu Jalan Modular 3 in 1 Untuk Kemandirian https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/216 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kebutuhan desain alat bantu jalan yang digunakan dalam menjalani tiga fase pemulihan pasien penderita difabel dan disabilitas, menjelaskan kebutuhan pasien terhadap berbagai jenis alat bantu jalan di setiap fase, serta mengidentifikasi fungsi spesifik dari masing masing alat bantu tersebut. Saat ini, alat bantu jalan yang ada seringkali tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan spesifik pasien di setiap fase pemulihan. Seperti alat bantu jalan yang konvensional seringkali kurang ergonomis, tidak fleksibel, sehingga membatasi fleksibilitas penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">double</span></em><span style="font-weight: 400;"> diamond </span><em><span style="font-weight: 400;">design thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> process, yang mencakup observasi dan wawancara kepada 3 orang pengguna alat bantu jalan yang menjalani fase pemulihan, serta lansia yang menggunakan alat bantu jalan, serta wawancara kepada 1 dokter spesialis </span><em><span style="font-weight: 400;">ortopedi</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat positif bagi pasien dalam menjalani fase pemulihan, sekaligus menambah wawasan mengenai fungsi alat bantu jalan dalam mendukung 3 fase pemulihan yang sedang dijalani setiap pasien, serta merumuskan Solusi desain yang lebih adaptif, dan ergonomis sesuai dengan kebutuhan pengguna.</span></p> Kenny Fernando Hairunnas Wyna Herdiana Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Analisis Penyebab Cedera pada Alat Gym Upper Body https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/218 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menganalisis mengenai cedera yang tubuh bagian atas terutama bahu yang disebabkan oleh penggunaan alat </span><em><span style="font-weight: 400;">gym </span></em><span style="font-weight: 400;">berjenis </span><em><span style="font-weight: 400;">free weight</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan mesin, untuk latihan tubuh bagian atas.&nbsp; Olahragawan terutama yang berlatih di </span><em><span style="font-weight: 400;">gym </span></em><span style="font-weight: 400;">tidak jarang yang mengalami cedera, mulai dari cedera ringan yang bisa sembuh sendiri, hingga cedera berat yang perlu tenaga medis dalam proses penyembuhannya, bahkan tidak sedikit olahragawan yang mengalami kematian setiap tahunnya. Studi ini berfokus pada faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab cedera, mulai dari olahragawan itu sendiri atau karena alat yang tidak dapat menjaga pengguna dengan baik dan maksimal. Data-data untuk menjawab pertanyaan sebelumnya dikumpulkan dengan melalui observasi produk yang sudah ada,&nbsp; wawancara dengan PT (</span><em><span style="font-weight: 400;">Personal Trainer</span></em><span style="font-weight: 400;">), dan penulis sebagai pengguna langsung alat </span><em><span style="font-weight: 400;">gym </span></em><span style="font-weight: 400;">selama kurang lebih 2 tahun. Studi ini merekomendasikan pada pengembangan produk yang lebih mengutamakan keamanan dan pengenalan secara keseluruhan untuk antisipasi cedera yang lebih baik.</span></p> Saviorello Galvin Lienanda Putra Markus Hartono Kenny Hartanto Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Tas Khusus untuk Konten Kreator Kegiatan Mendaki Gunung https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/219 <p><span style="font-weight: 400;">Pendakian gunung sebagai aktivitas yang cukup ekstrim, dewasa ini menarik perhatian masyarakat ketika didokumentasikan dalam format foto maupun video dan diunggah dalam berbagai </span><em><span style="font-weight: 400;">platform</span></em><span style="font-weight: 400;"> media sosial oleh para kreator konten. Aktivitas pendokumentasian tersebut membutuhkan berbagai alat seperti kamera, </span><em><span style="font-weight: 400;">drone</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">360</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">camera</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">microphone</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">file</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">storage</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">cleaning</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">kit</span></em><span style="font-weight: 400;">. Banyaknya alat yang harus dibawa seringkali menyulitkan kreator konten untuk membawa dan mengoperasikannya saat kegiatan pendakian berlangsung. Oleh karena itu, perancangan tas gunung sebagai sarana yang mendukung kegiatan pendakian dan dokumentasi menjadi sangat penting dan urgen untuk dilakukan. Tujuannya adalah memperoleh desain tas gunung yang mampu menunjang pemakaian, penyimpanan, aksesibilitas peralatan rekam serta sesuai dengan kondisi cuaca di alam terbuka. Metode perancangan yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">double diamond</span></em><span style="font-weight: 400;">, yakni metode yang holistik dan merupakan proses yang dapat diulang dan ditingkatkan. Perancangan ini menghasilkan produk tas gunung yang memiliki kompartemen tambahan untuk peralatan rekam yang dapat disesuaikan dengan jumlah dan jenis peralatan yang dibawa serta memiliki tas kecil eksternal khusus kamera untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap alat rekam. Terdapat pilihan </span><em><span style="font-weight: 400;">closure</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk mengakses peralatan rekam dengan melalui sisi samping atau belakang tas serta pilihan cara pakai tas kecil eksternal untuk memberikan kenyamanan sesuai dengan preferensi kameramen. Material yang digunakan bersifat </span><em><span style="font-weight: 400;">waterproof</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan tahan terhadap benturan.</span></p> Rais Ata Fillah Rahmawan Dwi Prasetya Endro Tri Susanto Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Topo Bisu dalam Desain Alas Duduk Mindfulness untuk Mencegah Parestesia https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/220 <p><span style="font-weight: 400;">Tradisi Topo Bisu merupakan kegiatan berjalan kaki tanpa alas kaki mengelilingi Benteng Keraton Yogyakarta setiap malam 1 Suro. Ritual ini merupakan cara introspeksi diri dengan berjalan tanpa berbicara satu sama lain. Tradisi ini menjadi inspirasi dalam desain alas duduk lesehan dalam kegiatan </span><em><span style="font-weight: 400;">mindfulness. </span></em><span style="font-weight: 400;">Ide ini diangkat berdasarkan banyak kasus kesehatan mental remaja saat ini. Duduk lesehan sering menimbulkan rasa sakit di bagian kaki yang bisa disebut dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">Parestesia</span></em><span style="font-weight: 400;">. Redesain ini bertujuan untuk mengatasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Parestesia</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penelitian ini menggunakan studi perilaku pengguna dengan pendekatan Ergonomi. Metode </span><em><span style="font-weight: 400;">ATUMICS </span></em><span style="font-weight: 400;">digunakan untuk mengadaptasi elemen budaya dalam pengembangan desain produk. Serta melakukan analisa produk sejenis menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">SCAMPER</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil analisis ini menciptakan alas duduk lesehan yang mengurangi atau mencegah rasa sakit pada kaki(</span><em><span style="font-weight: 400;">Parestesia</span></em><span style="font-weight: 400;">).</span></p> Rhayhan Kienan Nataarindra Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Desain Pantry untuk Ruang Huni Terbatas dengan Prinsip Collapsible https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/221 <p><span style="font-weight: 400;">Ruang huni terbatas merupakan tempat tinggal yang memiliki ukuran luas kecil sehingga pemilihan </span><em><span style="font-weight: 400;">furnitur</span></em><span style="font-weight: 400;"> sangatlah penting. Contoh - contoh ruang dengan luas yang terbatas adalah rumah susun dan kos. Permasalahan yang sering ditemukan dalam ruang huni terbatas adalah sempitnya luas ruangan yang membuat pengguna tidak bisa bergerak bebas ketika ingin beraktivitas di dalam ruangan, seperti memasak, makan, dan mengerjakan tugas. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat penyimpanan yang digunakan pengguna dari aspek keefisienan dan kebersihan, dimana&nbsp; barang - barang pribadi atau peralatan – peralatan tidak disimpan pada tempatnya. Dari permasalahan tersebut, perancangan ini memiliki tujuan yaitu membuat desain tempat penyimpanan yang dapat menyimpan barang – barang pribadi serta peralatan dapur serta memiliki fitur yang dapat mendukung pengguna ketika ingin melakukan 2 kegiatan dalam 1 area kerja. Perancangan ini juga memiliki manfaat yaitu mencari solusi sebuah desain tempat penyimpanan dengan konsep </span><em><span style="font-weight: 400;">collapsible</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penelitian akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui survei, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dilakukan analisis data dari hasil observasi dan wawancara menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">HTA (Hierarchy Task Analysis)</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Empathy Map</span></em><span style="font-weight: 400;">. Metode </span><em><span style="font-weight: 400;">SCAMPER</span></em><span style="font-weight: 400;"> digunakan untuk membuat inovasi serta menghasilkan ide-ide baru berupa rancangan atau rekomendasi desain produk yang akan dibuat. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara, para narasumber memang mengalami masalah ketika ingin menyimpan peralatan dapur serta ketika ingin memasak atau makan sambil mengerjakan tugas, oleh karena itu pada hasil perancangan terbuatlah </span><em><span style="font-weight: 400;">pantry </span></em><span style="font-weight: 400;">yang dapat menyimpan barang – barang pribadi serta peralatan dapur dan memiliki fitur 2 meja yang dapat mendukung aktivitas pengguna ketika ingin melakukan 2 kegiatan dalam 1 area kerja.</span></p> Samuel Nicholas Suyoso Winta Adhitia Guspara Winta T. Satwikasanti Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Puzzle dari Bahan MDF untuk Anak Berusia 7-10 Tahun https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/223 <p><span style="font-weight: 400;">Papan </span><em><span style="font-weight: 400;">Medium Density Fiberboard (MDF)</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan salah satu produk material yang terbuat dari campuran serbuk kayu dan lem perekat serta memiliki permukaan yang halus. Salah satu strategi untuk menambah nilai guna dari limbah MDF adalah membuat alternatif baru dari bahan produk </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penulis berusaha memberikan beberapa alternatif </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> rumah Tongkonan berbentuk tiga dimensi untuk anak berusia 7-10 tahun dengan menerapkan sistem sambungan ekor burung dan </span><em><span style="font-weight: 400;">fingerjoint</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada material MDF. Tugas akhir ini memiliki tujuan agar dapat mendesain produk mainan </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> rumah Tongkonan berbentuk tiga dimensi untuk anak berusia 7-10 tahun yang terbuat dari limbah MDF dengan menerapkan sistem sambungan ekor burung dan </span><em><span style="font-weight: 400;">fingerjoint</span></em><span style="font-weight: 400;">. Untuk menghasilkan beberapa alternatif produk </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> rumah Tongkonan, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode perancangan SCAMPER. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara, dan eksperimen. Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan, maka dari hasil wawancara ditemukan sebuah permasalahan bahwa limbah MDF selama ini hanya dijadikan sebagai bahan kayu bakar dan belum dijadikan sebagai material pembuatan produk lain. Selain itu, dari hasil eksperimen dipilihlah dua dari tiga jenis sambungan pada limbah MDF yang sesuai untuk diterapkan pada mainan </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk anak berusia 7-10 tahun, antara lain sistem </span><em><span style="font-weight: 400;">finger joint</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan sistem sambungan ekor burung. Dengan demikian, maka dibuatlah </span><em><span style="font-weight: 400;">puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> rumah Tongkonan berbentuk tiga dimensi menggunakan material MDF dengan penerapan sistem sambungan ekor burung dan </span><em><span style="font-weight: 400;">fingerjoint</span></em><span style="font-weight: 400;">. </span><em><span style="font-weight: 400;">Puzzle</span></em><span style="font-weight: 400;"> rumah Tongkonan memiliki tampilan yang sesuai dengan rumah Tongkonan pada umumnya. Setelah dilakukan uji coba pada anak berusia 7-10 tahun sebagai calon pengguna, maka produk berhasil menjawab permasalahan pada limbah MDF, sehingga dapat didistribusikan ke sekolah untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bagi anak kelas dua hingga kelas empat sekolah dasar.</span></p> Abraham Aaron Kristalpu Sampe Winta Tridhatu Satwikasanti Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Puzzle Pada Anak 6 Tahun dalam Persiapan Sekolah Dasar https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/225 <p><span style="font-weight: 400;">Konsentrasi merupakan aspek penting dalam hidup manusia karena berfungsi untuk mempertahankan kemampuan kognitif. Usia 6 tahun merupakan masa krusial dan transisi anak menuju pendidikan formal sehingga perlu dipersiapkan dengan baik terutama pada konsentrasi. Tujuan dari penelitian adalah merancang mainan puzzle yang dapat meningkatkan konsentrasi anak usia 6 tahun dalam persiapan menuju pendidikan formal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur untuk memahami aspek konsentrasi, karakteristik perkembangan anak usia 6 tahun, capaian yang dibutuhkan, serta metode perancangan kreatif menggunakan analisis produk sejenis dan pendekatan SCAMPER. &nbsp; Observasi pada anak usia 6 tahun di TK Budya Wacana Yogyakarta juga menjadi bagian dari metode penelitian untuk mengetahui tingkat perkembangan anak dan hambatan yang dialami. Hasil observasi ditemukan bahwa puzzle belum digunakan pada kegiatan pembelajaran padahal puzzle memiliki potensi meningkatkan konsentrasi. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa mainan puzzle yang dirancang mampu memberikan dampak positif pada anak usia 6 tahun di TK Budya Wacana Yogyakarta terhadap kemampuan konsentrasi dan kemampuan kognitif di TK Budya Wacana Yogyakarta.</span></p> Emikhen Hana Anjani Winta Tridhatu Satwikasanti Centaury Harjani Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan APE bagi Siswa Penyandang Tunagrahita untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Dasar, dengan Pendekatan Pembelajaran Manipulatif https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/226 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat permainan edukatif (APE) berbasis pendekatan manipulatif guna meningkatkan kemampuan berhitung dasar siswa tunagrahita ringan dan sedang di SMALB Negeri 1 Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan kerangka </span><em><span style="font-weight: 400;">Double Diamond</span></em><span style="font-weight: 400;"> dari </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Council</span></em><span style="font-weight: 400;">. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, studi literatur, dan uji coba model berulang terhadap siswa dan guru. Hasil uji coba menunjukkan bahwa APE PlusMinus mampu meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar dan mempercepat proses penghitungan. Desain produk mengintegrasikan permainan papan, media manipulatif, serta sistem penyimpanan terorganisir yang sesuai dengan karakteristik pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan manipulatif dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika dasar pada siswa berkebutuhan khusus.</span></p> Marcelino Hermawan Marcellino Aditya Winta T. Satwikasanti Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Workbench Berkebun bagi Wanita Umur 55-65 untuk Mengurangi Gejala Gangguan Muskuloskeletal https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/228 <p><span style="font-weight: 400;">Hobi berkebun diminati oleh berbagai demografi di masyarakat dan menghasilkan keuntungan. Mayoritas pelaku hobi atau aktivitas berkebun merupakan wanita lansia yang kekuatan fisiknya sudah menurun maka cenderung mudah merasa lelah dan nyeri akibat aktivitas fisik. Masalah ini dapat disebabkan oleh posisi tubuh janggal dan bisa diperburuk oleh kondisi kesehatan lainnya. Tekanan fisik perlu dikurangi bagi orang dengan risiko kondisi kesehatan degeneratif yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal. Topik ini penting untuk didalami karena hobi berkebun membuahkan dampak positif bagi pelakunya antara lain penurunan depresi, kecemasan, dan indeks massa tubuh, serta peningkatan kepuasan hidup, kualitas hidup, dan rasa kebersamaan. Pada penelitian dan perancangan ini, penulis menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Double Diamond</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk merancang sebuah produk yang dapat mendukung posisi netral pelaku hobi berkebun. Perancangan sendiri dilakukan melalui beberapa tahap dari penelitian, penetapan atribut, konsep desain berdasarkan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">SCAMPER</span></em><span style="font-weight: 400;">, hingga pembuatan produk final yang dapat diaplikasikan secara langsung. Luaran dari penelitian dan perancangan ini adalah produk workbench yang dapat menyesuaikan postur pelaku dengan posisi netral saat melakukan hobi berkebun agar meminimalisir risiko mengalami gejala gangguan muskuloskeletal. Hasil akhir menunjukkan bahwa produk ini dapat mengurangi rasa sakit atau nyeri yang cenderung dialami pengguna saat pindah tanam berdasarkan data lapangan dari survei.</span></p> Priskila Agung Winta T. Satwikasanti Koniherawati Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Redesain Bangku Piano Akustik Screw Mechanism Guna Meningkatkan Kenyamanan Pianis Saat Sesi Berlatih Instrumen https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/229 <p><span style="font-weight: 400;">Gangguan muskuloskeletal pada pianis merupakan isu penting yang dapat berdampak pada performa hingga berakhirnya karir jika diabaikan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan</span><em><span style="font-weight: 400;"> mixed-method</span></em><span style="font-weight: 400;"> melalui studi literatur, wawancara, observasi terhadap sebelas pianis, serta </span><em><span style="font-weight: 400;">bodystorming</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasilnya menunjukkan bahwa bagian tubuh dengan tingkat ketidaknyamanan tertinggi adalah torso. Meski dapat ditangani secara medis, penulis memilih pendekatan desain produk yang inovatif untuk meningkatkan kenyamanan tanpa membatasi pergerakan pianis. Penelitian ini menyoroti kebutuhan akan perbaikan desain kursi piano yang beredar di pasaran. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan pianis, khususnya profesional yang berlatih dalam durasi panjang. Efektivitas desain dievaluasi dengan metode</span><em><span style="font-weight: 400;"> Craniovertebral Angle</span></em><span style="font-weight: 400;"> (CVA), pengukuran sudut torso, </span><em><span style="font-weight: 400;">Rapid Entire Body Assessment </span></em><span style="font-weight: 400;">(REBA), dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Nordic Body Map</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasilnya adalah</span><em><span style="font-weight: 400;"> Legarae</span></em><span style="font-weight: 400;">, bangku ergonomis yang mendukung torso dan tulang belakang (leher hingga pinggang), dengan daya tahan hingga 90 kg untuk dudukan dan 75 kg untuk sandaran, serta ideal untuk pengguna dengan tinggi badan 150–170 cm. </span><em><span style="font-weight: 400;">Legarae</span></em><span style="font-weight: 400;"> menggabungkan tiga fitur utama: kemiringan dudukan, sandaran modular, dan mekanisme pengaturan tinggi, dalam balutan desain minimalis elegan. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi desain kursi piano yang lebih ergonomis dan memperkaya literatur terkait pengaruh fitur ergonomis terhadap kenyamanan dan kesehatan pianis.</span></p> Samantha Sutejo Winta Tridhatu Satwikasanti Dan Daniel Pandapotan Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Sarung Tangan Dribble Anti-Slip untuk Usia 8-14 Tahun https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/231 <p><span style="font-weight: 400;">Teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">dribble</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan fondasi utama dalam permainan bola basket yang sering menjadi kesulitan bagi pemula usia 8-14 tahun. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sarung tangan </span><em><span style="font-weight: 400;">anti-slip</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebagai alat bantu latihan </span><em><span style="font-weight: 400;">dribble</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang edukatif, fungsional, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">portable</span></em><span style="font-weight: 400;">. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design thinking melalui tahap empati, definisi, ideasi, prototipe, dan uji coba. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, survei terhadap 62 responden, dan wawancara dengan guru olahraga di SD dan SMP Kristen Immanuel, Kalimantan Barat. Analisis menggunakan metode SCAMPER (</span><em><span style="font-weight: 400;">Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Other Users, Eliminate, Reverse</span></em><span style="font-weight: 400;">) dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan 64,51% responden mengalami kesulitan pada teknik dribble, dengan masalah utama berupa pantulan bola yang sulit dikontrol (44,4%) dan posisi tangan yang tidak tepat (34,9%). Solusi desain berupa sarung tangan berbahan </span><em><span style="font-weight: 400;">cotton combed</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">polyester</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan permukaan anti-slip berbintik, dilengkapi fitur pengelap keringat di punggung tangan. Produk memiliki karakteristik ringan, tahan lama, dan ergonomis sesuai data antropometri usia target. Pengujian menunjukkan peningkatan kontrol bola dan kenyamanan penggunaan selama latihan </span><em><span style="font-weight: 400;">dribble</span></em><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Debora Jesslyn Sabela Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1 Perancangan Produk Meja Bermain Multifungsi untuk Melatih Sikap Disiplin Anak Usia Dini https://serenade.ukdw.ac.id/index.php/serenade/article/view/232 <p><span style="font-weight: 400;">Disiplin merupakan sebuah sikap moral yang penting yang harus ditanamkan sejak anak berusia dini. Kedisiplinan dapat dilatih melalui sebuah proses panjang dan kontinyu dengan mengkondisikan suatu perilaku atau kebiasaan tertentu secara terus menerus. Tujuan awal dari disiplin adalah untuk melatih dan mengontrol anak serta memberi dampak positif untuk masa depan anak. Disiplin yang diberikan pada anak harus disesuaikan dengan tumbuh kembang anak dan akan lebih mudah dengan menggunakan metode bermain dalam merealisasikannya. Maka dari itu, perancangan meja ini ditujukan sebagai fasilitas anak dalam belajar, bermain, serta sebagai alat untuk melatih kedisiplinan anak dengan cara menjaga dan merapikan mainan anak secara teratur dan mudah. Dengan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Design Thinking </span></em><span style="font-weight: 400;">dalam proses perancangan ini mendapatkan hasil produk meja anak dengan sistem modular yang dapat digunakan untuk belajar dan bermain. Meja multifungsi juga dilengkapi dengan berbagai macam variasi rak penyimpanan mainan anak. Selain itu, data yang dikumpulkan tentang preferensi desain target pengguna, seperti bahan yang aman dan ringan untuk digunakan anak, warna yang menarik dan bentuk tema yang unik.</span></p> Reva Visi Bangsa Rahmawan Dwi Prasetya Nor Jayadi Copyright (c) 2025 SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2025-08-31 2025-08-31 3 1
slot thailand kentangbet kentangbet obctop pisangtoto jagungbet kentangwin watitoto https://baidich.com/rewards/ https://linklist.bio/kentangbet/